Semarang, 2 Februari 2024 – Setelah ditetapkan sebagai Peserta Invited, Open dan Extended Panel pada Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) Ke-23 Tahun 2024, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., Rektor UIN Imam Bonjol Padang, menunjukkan dedikasi tinggi dalam pengembangan Islamic Studies di Indonesia.

Diawali sebagai discussant dalam sesi “Contested Gender: Reimagining Family, Religion, and Women’s Rights” Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd bersama Prof. Dr. Abad Badruzzaman, M.Ag., Wakil Rektor I UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, meluangkan waktu untuk membaca dan memberikan masukan kritis terhadap 3 paper yang dipresentasikan dalam sesi tersebut:

The Concept of Egalitarian Family Financial Support in Modern Society: A Perspective on Spirituality and Minority Rights oleh Alharnisyefrita Wirahadinofa dari UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

PUANOGRAPH: Studi Analisis Perspektif Agama pada Representasi Perempuan dalam Visualisasi Film Horor oleh Ulya Hafidzoh dari MAN 1 Banyuwangi.

Stigmatization of Women as ‘Aurat’ and Temptation in Hadith oleh Kholila Mukaromah dari IAIN Kediri.

Proses review paper yang dilakukan oleh Prof. Martin dan Prof. Abad berlangsung dengan penuh semangat dan interaktif. Para peserta antusias untuk menerima masukan dan saran dari kedua pakar tersebut. Mereka pun mendapatkan banyak insights dan pembelajaran berharga untuk meningkatkan kualitas paper mereka.

Adapun beberapa masukan dari Prof. Martin yaitu Perkuat argumen terkait aspek spiritualitas dengan contoh-contoh konkret terkait representasi perempuan dalam film horor dan kaitannya dengan perspektif agama, Perjelas struktur dan alur argumentasi dalam artikel, Analisis yang lebih mendalam terkait makna aurat dan fitnah dalam hadis.

Review tersebut ditanggapi baik oleh invited speaker dan akan diperbaiki paper sesuai dengan yang sudah diberikan oleh Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd bersama Prof. Dr. Abad Badruzzaman, M.Ag.,

Keterlibatan langsung Prof. Martin dalam proses review paper menunjukkan komitmennya terhadap kemajuan penelitian di bidang Islamic Studies. Beliau tidak hanya ingin berbagi pengetahuannya, tetapi juga ingin mendorong para peneliti muda untuk menghasilkan karya-karya yang berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat.(NAY)
 
Top