Padang — Tantangan alam memaksa Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang untuk mengatur ulang strategi pemeliharaan infrastrukturnya. Akibat tingginya tingkat kekeruhan air baku yang dipicu faktor cuaca, jadwal pembersihan accelator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun resmi mengalami penyesuaian.
Awalnya direncanakan lebih dini, agenda krusial ini kini diputuskan bergeser ke Jumat, 3 April 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Langkah ini diambil sebagai respons teknis demi memastikan proses filtrasi tetap berjalan presisi meski beban sedimen pada air baku sedang meningkat tajam.
Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Adhie Zein, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan terhadap kualitas. Menurutnya, pembersihan accelator sangat vital untuk membuang endapan lumpur yang dapat mengancam integritas distribusi air bersih ke masyarakat.
“Tingginya kekeruhan air baku mengharuskan kami adaptif dalam jadwal. Ini bukan sekadar teknis, tapi upaya menjaga agar air yang sampai ke rumah pelanggan tetap memenuhi standar kualitas dan keamanan. Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan ini, namun ini esensial untuk keandalan layanan jangka panjang,” ungkap Adhie Zein.
Seiring berjalannya pekerjaan, pelanggan di wilayah pelayanan pusat kota diimbau untuk segera melakukan langkah mitigasi. Penurunan tekanan air hingga terhentinya aliran secara total diprediksi akan terjadi selama proses teknis berlangsung.
Perumda Air Minum memastikan tim teknis akan bekerja secara maraton guna meminimalisir durasi gangguan. Masyarakat sangat disarankan untuk mulai mencadangkan air bersih sebelum waktu pengerjaan dimulai, demi menjaga kelancaran kebutuhan domestik hingga sistem distribusi kembali stabil.
